2 Jenis Oli Pada Motor Matic Yang Harus Diganti Secara Rutin

Jenis Oli Pada Motor Matic

Motomotifo.com – Oli menjadi salah satu komponen yang penting untuk motor, baik motor matic, motor bebek maupun motor sport. Pada umumnya ada 2 jenis oli pada motor matic yang harus diganti secara rutin dan berkala.

Adapun kedua jenis oli yang dipakai pada motor matic yaitu oli mesin dan oli gardan. Kedua jenis oli ini sangat penting dan harus diganti secara berkala. Kadang yang sering diremehkan yaitu oli gardan, padahal oli gardan juga mempunyai peranan yang sama pentingnya dengan oli mesin.

Oli gardan memiliki fungsi utama untuk melindungi komponen-komponen transmisi yang saling bergesekan didalam box gardan dan melancarkan kinerja transmisi otomatis. Interval penggantian oli gardan berbeda dengan penggantian oli mesin.

Jika oli mesin harus diganti setiap 2000 km tergantung kondisi jalan yang dilalui atau intesitas pemakaian motor. Oli gardan periode penggantiannya setiap 8000 km. Balik lagi, semuanya tergantung pada pemakaian yang menjadi faktor utama.

Jika sobat telat mengganti oli secara rutin dampaknya akan sangat merugikan karena akan merusakan komponen yang ada di dalamnya. Apabila ada kerusakan akibat oli gardan yang jarang diganti, akan ada suara kasar yang timbul dari dalam bok CVT pada motor matic.

Suara kasar yang timbul tersebut akibat dari oli gardan yang jarang diganti, sehingga oli transmisinya tidak bisa bekerja secara maksimal. Karena kekentalan oli tersebut sudah berkurang, maka selanjutnya akan menimbulkan gesekan antar komponen. Untuk lebih jelasnya mengenai jenis oli pada motor matic, silahkan simak ulasan selengkapnya dari Motomotifo.com berikut ini.

Oli Mesin

Oli Mesin

Semua jenis motor pasti membutuhkan oli mesin sebagai pelumas utamanya, begitu juga dengan motor matic. Penggunaan oli mesin ini bertujuan untuk melumasi mesin motor agar tidak menimbulkan gesekan dan menghilangkan karat.

Sehingga dapat menjaga temperatur suhu mesin agar tetap normal dan tidak overheat, serta membuat awet motor sehingga masa pakainya jadi lebih lama. Oleh karena itu, oli mesin harus diganti secara rutin dan berkala.

Jenis oli mesin pada motor matic ini perlu diganti setiap motor matic sudah mencapai jarak tempuh 2.000 km. Jika tidak segera diganti biasanya akan terjadi permasalahan pada mesin. Adapun permasalahan yang sering muncul pada motor matic jika oli mesin tak rutin diganti secara berkala adalah sebagai berikut.

1. Mesin menjadi cepat overheat

Oli mesin memiliki fungsi utama untuk melumasi komponen-komponen mesin, termasuk piston, silinder, dan crankshaft. Oli yang sudah lama tidak diganti akan menjadi jenuh dan tidak dapat melumasi komponen mesin dengan baik. Hal ini akan menyebabkan gesekan yang lebih besar antara komponen-komponen mesin, sehingga mesin akan lebih cepat panas.

2. Penggunaan bahan bakar akan lebih boros

Oli mesin juga berfungsi untuk mendinginkan mesin. Oli yang sudah lama tidak diganti akan membuat mesin lebih cepat panas. Hal ini akan menyebabkan mesin bekerja lebih keras untuk mendinginkan dirinya sendiri, sehingga konsumsi bahan bakar akan menjadi lebih boros.

Mesin yang bekerja lebih keras akan membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan tenaga yang sama. Hal ini akan menyebabkan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

3. Kinerja mesin jadi kurang optimal

Oli mesin juga berfungsi untuk membersihkan komponen-komponen mesin dari kotoran dan debu. Oli yang sudah lama tidak diganti akan menjadi kotor dan tidak dapat membersihkan komponen mesin dengan baik. Hal ini akan menyebabkan komponen-komponen mesin menjadi kotor dan berdebu, sehingga kinerja mesin akan menjadi kurang optimal.

Komponen-komponen mesin yang kotor dan berdebu akan bekerja tidak maksimal. Hal ini akan menyebabkan kinerja mesin menjadi kurang optimal, sehingga motor akan terasa lebih berat dan lambat.

4. Tarikan mesin terasa lebih kasar

Oli mesin juga berfungsi untuk meredam getaran mesin. Oli yang sudah lama tidak diganti akan menjadi encer dan tidak dapat meredam getaran mesin dengan baik. Hal ini akan menyebabkan tarikan mesin terasa lebih kasar. Getaran mesin yang tidak diredam dengan baik akan membuat mesin terasa lebih kasar dan tidak nyaman dikendarai.

5. Ketahanan mesin jadi berkurang

Oli mesin berfungsi untuk melindungi komponen-komponen mesin dari keausan. Oli yang sudah lama tidak diganti akan membuat komponen-komponen mesin menjadi lebih cepat aus. Hal ini akan menyebabkan ketahanan mesin menjadi berkurang.

Komponen-komponen mesin yang aus akan lebih mudah rusak. Hal ini akan menyebabkan biaya perawatan dan perbaikan mesin menjadi lebih mahal.

Oleh karena itu, penting untuk selalu rutin mengganti oli mesin sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Dengan mengganti oli mesin secara rutin, sobat dapat menjaga performa dan ketahanan mesin motor matic sobat.

Oli Gardan

Oli Gardan

Jenis oli motor matic selanjutnya adalah oli gardan atau juga yang biasa disebut dengan oli CVT atau oli gear. Oli gardan ini berguna untuk melumasi komponen transmisi matic agar saat bergesekan tak membuat mesin menjadi overheat serta tak menimbulkan kerusakan.

Berkat oli gardan juga gerakan transmisi pada motor matic menjadi terasa lebih halus. Oli gardan tersimpan jauh dari ruang pembakaran, sehingga pergantian olinya pun juga lebih lama dibandingkan dengan oli mesin.

Lama pergantian oli gardan pada motor matic ini dilakukan setiap motor mencapai 8.000 km atau pemakaian motor secara normal selama 3 bulan. Pergantian oli gardan pada motor matic ini wajib dilakukan secara rutin dan berkala.

Karena jika tidak diganti secara rutin dapat mengakibatkan beberapa permasalahan pada komponen tersebut. Berikut permasalahan yang mungkin timbul akibat sobat tidak rutin dalam penggantian oli gardan pada motor matic.

1. Terjadi kerusakan pada bearing gardan

Oli gardan berfungsi untuk melumasi dan melindungi komponen-komponen transmisi, termasuk bearing gardan. Oli gardan yang sudah lama tidak diganti akan menjadi encer dan tidak dapat melumasi komponen-komponen transmisi dengan baik. Hal ini akan menyebabkan gesekan yang lebih besar antara komponen-komponen transmisi, sehingga bearing gardan akan lebih cepat aus dan rusak.

2. Motor terasa bergetar saat dikendarai

Oli gardan juga berfungsi untuk meredam getaran transmisi. Oli gardan yang sudah lama tidak diganti akan menjadi encer dan tidak dapat meredam getaran transmisi dengan baik. Hal ini akan menyebabkan getaran transmisi tidak dapat diredam dengan baik, sehingga motor akan terasa bergetar saat dikendarakan.

Getaran transmisi yang tidak diredam dengan baik akan membuat motor terasa tidak nyaman dikendarai. Getaran yang berlebihan juga dapat menyebabkan kerusakan pada komponen-komponen mesin lainnya.

3. Terdengan suara kasar dari dalam mesin motor

Oli gardan juga berfungsi untuk melumasi dan melindungi komponen-komponen transmisi, termasuk gear ratio. Oli gardan yang sudah lama tidak diganti akan menjadi encer dan tidak dapat melumasi komponen-komponen transmisi dengan baik.

Hal ini akan menyebabkan gesekan yang lebih besar antara komponen-komponen transmisi, sehingga akan terdengar suara kasar dari dalam mesin motor. Suara kasar yang terdengar dari dalam mesin motor dapat membuat motor terasa tidak nyaman dikendarai. Suara yang berlebihan juga dapat mengganggu konsentrasi pengendara.

Oleh karena itu, penting untuk selalu rutin mengganti oli gardan sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Dengan mengganti oli gardan secara rutin, sobat dapat menjaga performa dan ketahanan transmisi motor matic sobat.

Tips Dan Trik Perawatan Oli Pada Motor Matic

Tips Dan Trik Perawatan Oli Pada Motor Matic

Setelah mengetahui betapa pentingnya oli mesin dan oli gardan pada motor matic, sobat juga harus mengetahui tips dan trik perawatan oli pada motor matic. Berikut adalah tips dan trik perawatan oli pada motor matic selengkapnya.

1. Ganti Oli Secara Rutin

Hal terpenting dalam perawatan oli adalah dengan menggantinya secara rutin. Penggantian oli mesin biasanya dilakukan setiap 2.000 km atau 2 bulan sekali, tergantung pada rekomendasi pabrikan. Penggantian oli gardan biasanya dilakukan setiap 8.000 km atau 6 bulan sekali.

2. Gunakan Oli Yang Sesuai Dengan Spesifikasi Motor

Oli mesin dan oli gardan memiliki spesifikasi yang berbeda-beda untuk setiap jenis motor. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan oli yang sesuai dengan spesifikasi motor. Oli yang tidak sesuai dengan spesifikasi motor dapat menyebabkan kerusakan pada mesin atau transmisi.

3. Periksa Level Oli Secara Berkala

Level oli mesin dan oli gardan harus diperiksa secara berkala untuk memastikan bahwa levelnya masih dalam batas normal. Level oli mesin yang terlalu rendah dapat menyebabkan gesekan yang lebih besar antara komponen-komponen mesin, sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada mesin. Level oli gardan yang terlalu rendah dapat menyebabkan bearing gardan cepat aus dan rusak.

4. Gunakan Filter Oli Yang Berkualitas

Filter oli berfungsi untuk menyaring kotoran dan debu dari oli mesin. Filter oli yang berkualitas akan dapat menyaring kotoran dan debu dengan lebih baik, sehingga dapat menjaga kualitas oli mesin.

5. Jangan Mencampur Oli

Oli mesin dan oli gardan tidak boleh dicampur satu sama lain. Mencampur oli mesin dan oli gardan dapat menyebabkan kerusakan pada mesin atau transmisi. Karena oli tersebut mempunya karakteristiknya masing-masing.

Dengan melakukan perawatan oli secara rutin dan tepat, sobat dapat menjaga performa dan ketahanan mesin dan transmisi motor matic sobat.

Kesimpulan

Motor matic membutuhkan dua jenis oli untuk menjaga performa dan ketahanannya, yaitu oli mesin dan oli gardan. Oli mesin berfungsi untuk melumasi dan melindungi komponen-komponen mesin, sedangkan oli gardan berfungsi untuk melumasi dan melindungi komponen-komponen transmisi. Kedua jenis oli ini harus diganti secara rutin sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

Oli mesin biasanya diganti setiap 1.000 km atau 2 bulan sekali, sedangkan oli gardan biasanya diganti setiap 2.500 km atau 6 bulan sekali. Penting untuk menggunakan oli yang sesuai dengan spesifikasi motor untuk menghindari kerusakan pada mesin atau transmisi.

Selain mengganti oli secara rutin, penting juga untuk memeriksa level oli secara berkala dan menggunakan filter oli yang berkualitas. Jangan mencampur oli mesin dan oli gardan karena dapat menyebabkan kerusakan pada mesin atau transmisi.

Demikianlah informasi dari motomotifo.com mengenai jenis oli pada motor matic yang dapat kami sampaikan. Semoga informasi tersebut diatas dapat bermanfaat bagi para pecinta otomotif, simak pula artikel lainnya yang berjudul Cara Daftar Lalamove Driver Motor dan Syarat Mendaftar dan Fantastis! Inilah Harga Motor MotoGP Ducati, KTM dan Honda serta artikel otomotif lainnya.

FAQ

Apabila masih ada pertayaan terkait artikel jenis oli pada motor matic, silakan simak halaman FAQ berikut ini.

Apa perbedaan oli mesin dan oli gardan?

Oli mesin dan oli gardan memiliki fungsi yang berbeda. Oli mesin berfungsi untuk melumasi dan melindungi komponen-komponen mesin, sedangkan oli gardan berfungsi untuk melumasi dan melindungi komponen-komponen transmisi.

Kapan oli mesin dan oli gardan harus diganti?

Penggantian oli mesin dan oli gardan biasanya dilakukan sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Penggantian oli mesin biasanya dilakukan setiap 2.000 km atau 2 bulan sekali, sedangkan oli gardan biasanya diganti setiap 8.000 km atau 6 bulan sekali.

Bagaimana cara memeriksa level oli mesin dan oli gardan?

Untuk memeriksa level oli mesin, sobat dapat menggunakan dipstick. Dipstick adalah batang besi yang terdapat di mesin motor. Untuk memeriksa level oli gardan, sobat dapat menggunakan lubang pengisian oli gardan.

Apa saja yang harus diperhatikan saat memilih oli mesin dan oli gardan?

Saat memilih oli mesin dan oli gardan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu viskositas, kualitas, dan rekomendasi pabrikan,

Apakah boleh mencampur oli mesin dan oli gardan?

Tidak boleh. Mencampur oli mesin dan oli gardan dapat menyebabkan kerusakan pada mesin atau transmisi. Oli mesin dan oli gardan memiliki spesifikasi yang berbeda-beda. Oli mesin biasanya memiliki viskositas yang lebih rendah daripada oli gardan. Selain itu, oli mesin dan oli gardan juga memiliki kandungan zat aditif yang berbeda-beda.