Fungsi Spul Pada Motor Beserta Cara Kerjanya

Fungsi Spul Pada Motor

Motomotifo.com – Bagi sepeda motor, energi listrik merupakan komponen penting yang akan menggerakkan mesin kendaraan bermotor tersebut. Energi listrik pada motor dihasilkan oleh sebuah alat yang disebut dengan spul. Lalu, apa fungsi spul pada motor?

Dengan alat yang juga biasa disebut dengan kumparan tersebut, seluruh kebutuhan listrik dari kendaraan bermotor bisa terpenuhi. Oleh karena itu, bagi sepeda motor, alat ini menjadi salah satu komponen krusial untuk memasok kebutuhan listrik pada motor.

Pada intinya, spul dari sepeda motor ini merupakan kumparan berupa lilitan kawat tembaga yang masing-masing memiliki inti batang karbon.  Jumlah lilitan dari kawat tembaga tersebut tidak sama antara satu spul dengan spul lainnya.

Jumlah lilitan kawat tembaga tersebut tidak bisa dihitung dengan sembarangan. Ini karena jumlah lilitan tersebut akan mempengaruhi besar kecilnya tegangan listrik yang dihasilkan. Semakin banyak jumlah lilitan, maka akan semakin besar pula energi yang dihasilkan, begitu juga sebaliknya.

Oleh karena itu dalam pembuatannya, spul motor dibuat dengan sangat teliti. Karena mengingat jumlah lilitan dari kawat tembaga yang dibuat akan sangat mempengaruhi terhadap besar kecilnya arus induksi yang akan dihasilkan.

Fungsi Spul Pada Motor

Fungsi Spul Pada Motor

Spul atau coil pada motor berperan penting dalam sistem pengapian (ignition system) dan pengisian (charging system). Untuk lebih jelasnya mengenai fungsi spul pada motor, silahkan simak ulasan selengkapnya dari Motomotifo.com berikut ini.

1. Spul Pengapian (Ignition Coil)

Spul pengapian bertanggung jawab untuk mengubah arus listrik rendah dari baterai menjadi arus tinggi yang diperlukan untuk membakar campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar silinder mesin.

2. Spul Pengisian (Charging Coil atau Generator Coil)

Spul pengisian bertanggung jawab untuk menghasilkan arus listrik yang diperlukan untuk mengisi baterai dan menyuplai daya listrik ke sistem elektrikal motor.

3. Spul Lighting atau Spul Penerangan

Spul ini bertanggung jawab untuk menghasilkan arus listrik yang digunakan untuk penerangan lampu-lampu pada motor.

4. Spul Pengaman (Trigger Coil)

Spul ini digunakan dalam sistem pengaman untuk mendeteksi posisi kruk as atau poros engkol mesin, yang penting untuk mengatur waktu pengapian dan injeksi bahan bakar.

Dengan berbagai fungsi tersebut, spul pada motor memiliki peran krusial dalam menjaga kinerja mesin dan sistem listrik secara keseluruhan.

Cara Kerja Spul Pada Motor

Cara Kerja Spul Pada Motor

Berikut adalah langkah-langkah dan komponen utama dalam cara kerja spul pada motor selengkapnya.

1. Spul Pengapian (Ignition Coil)

Saat kunci kontak dihidupkan, arus listrik mengalir melalui spul pengapian. Ketika arus ini diputus, medan magnetik di sekitar spul berubah dan menginduksi tegangan tinggi pada sekunder spul. Tegangan tinggi ini kemudian dikirimkan ke busi untuk menciptakan percikan yang menyebabkan pembakaran.

2. Spul Pengisian (Charging Coil atau Generator Coil)

Ketika mesin berputar, magnit pada rotor menghasilkan medan magnet yang berubah-ubah melalui spul pengisian. Perubahan ini menginduksi arus AC pada spul pengisian. Kemudian, melalui regulator dan dioda penyearah, arus AC ini diubah menjadi arus DC yang digunakan untuk mengisi baterai dan menyuplai daya listrik ke sistem motor.

3. Spul Lighting atau Spul Penerangan

Saat mesin hidup, spul penerangan menghasilkan arus listrik yang kemudian dialirkan ke sistem penerangan motor. Arus ini digunakan untuk menyalaikan lampu utama, lampu rem, lampu sein, dan perangkat penerangan lainnya.

4. Spul Pengaman (Trigger Coil)

Spul pengaman menghasilkan sinyal listrik yang terkait dengan posisi kruk as atau poros engkol. Informasi ini digunakan oleh unit kontrol mesin (ECU) untuk mengatur waktu pengapian dan injeksi bahan bakar secara tepat.

Komponen-Komponen Utama Dalam Spul Pada Motor

Komponen-Komponen Utama Dalam Spul Pada Motor

Spul pada motor terdiri dari beberapa komponen yang bekerja sama untuk memenuhi fungsi-fungsinya. Berikut adalah komponen-komponen utama dalam spul pada motor beserta penjelasan selengkapnya.

1. Kawat Gulungan (Coil Wire)

Kawat gulungan adalah komponen inti dari spul yang membentuk rangkaian spiral atau gulungan. Coil Wire ini biasanya terbuat dari tembaga atau aluminium karena keduanya memiliki sifat konduktivitas listrik yang baik.

2. Inti Besi (Iron Core)

Inti besi berada di tengah-tengah kawat gulungan dan berfungsi untuk meningkatkan induktansi spul. Induktansi adalah kemampuan spul untuk menginduksi tegangan. Inti besi memperkuat medan magnetik yang dihasilkan oleh arus listrik yang mengalir melalui kawat gulungan.

3. Sekunder dan Primer Spul

Dalam spul pengapian, ada dua bagian utama, yaitu sekunder dan primer. Primer spul memiliki jumlah lilitan yang lebih sedikit dan terhubung dengan sumber arus listrik, seperti baterai. Sekunder spul memiliki lilitan lebih banyak dan terhubung ke busi, menghasilkan tegangan tinggi untuk membakar campuran bahan bakar dan udara.

4. Konektor dan Terminal

Konektor dan terminal pada spul berfungsi sebagai penghubung antara spul dengan komponen lain dalam sistem pengapian dan pengisian. Terminal ini biasanya digunakan untuk menyambungkan kabel pengapian dan pengisian.

5. Lilitan Pembatas (Choke Coil)

Pada beberapa spul, terdapat lilitan pembatas yang berfungsi untuk membatasi arus listrik yang mengalir melalui spul. Hal ini membantu mencegah terjadinya lonjakan arus yang dapat merusak komponen lain dalam sistem.

6. Lilitan Isolasi (Insulation Coil)

Lilitan isolasi digunakan untuk memisahkan gulungan-gulungan spul dan mencegah terjadinya kontak langsung antar-gulungan yang dapat menyebabkan arus bocor atau gangguan lainnya.

7. Penutup Pelindung (Protective Cover)

Spul sering dilengkapi dengan penutup pelindung untuk melindungi komponen-komponen di dalamnya dari kerusakan fisik, debu, dan kelembapan.

8. Pegas Pengaman (Safety Spring)

Beberapa spul dilengkapi dengan pegas pengaman yang berfungsi untuk menjaga posisi relatif antara sekunder dan primer spul agar tidak terlalu dekat atau bersentuhan satu sama lain.

Dengan adanya komponen-komponen ini yang bekerja bersama-sama, spul pada motor dapat menjalankan fungsi-fungsinya dengan efisien, baik dalam sistem pengapian, pengisian, maupun penerangan.

Kesimpulan

Spul pada motor memiliki peran penting dalam menjalankan beberapa fungsi krusial untuk kinerja mesin dan sistem listrik secara keseluruhan. Pertama, spul pengapian bertanggung jawab untuk mengubah arus listrik rendah dari baterai menjadi arus tinggi yang diperlukan untuk membakar campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar mesin.

Fungsi ini memberikan dorongan vital untuk proses pembakaran dan penggerak motor. Selanjutnya, spul pengisian memainkan peran dalam menghasilkan arus listrik yang diperlukan untuk mengisi baterai dan menyuplai daya listrik ke berbagai komponen elektrikal motor.

Spul penerangan, dengan lilitan khususnya, menciptakan arus listrik untuk menerangi lampu-lampu pada motor, termasuk lampu utama, lampu rem, dan lampu sein. Terakhir, spul pengaman, melalui lilitan yang mendeteksi posisi kruk as atau poros engkol, membantu mengatur waktu pengapian dan injeksi bahan bakar secara tepat.

Semua komponen spul, seperti kawat gulungan, inti besi, sekunder dan primer spul, konektor, terminal, lilitan pembatas, lilitan isolasi, penutup pelindung, dan pegas pengaman, bekerja bersama-sama untuk memastikan spul dapat menjalankan fungsi-fungsinya dengan efisien dan andal. Dengan demikian, spul pada motor menjadi salah satu elemen kunci yang mendukung kinerja mesin dan sistem listrik secara optimal.

Demikianlah informasi dari motomotifo.com mengenai cara kerja spul pada motor yang dapat kami sampaikan. Semoga informasi tersebut diatas dapat bermanfaat bagi para pecinta otomotif, simak pula artikel lainnya terkait Ukuran Piston Beat Deluxe Standar (Diameter & Langkah) dan Penyebab Karburator Banjir Pada Saat Mesin Mati serta artikel otomotif lainnya.

FAQ

Apabila masih ada pertayaan terkait artikel cara kerja spul pada motor, silakan simak halaman FAQ berikut ini.

Apa itu spul pada motor?

Spul pada motor merupakan suatu komponen kelistrikan yang terdiri dari kawat gulungan, inti besi, dan beberapa elemen lainnya. Spul memiliki peran penting dalam sistem pengapian, pengisian, dan penerangan motor.

Bagaimana spul pengapian bekerja?

Spul pengapian bekerja dengan mengubah arus listrik rendah dari baterai menjadi arus tinggi melalui proses induksi elektromagnetik. Arus tinggi ini kemudian digunakan untuk menciptakan percikan listrik di busi, yang membakar campuran bahan bakar dan udara dalam ruang bakar mesin.

Apa peran spul pengisian dalam motor?

Spul pada motor biasanya memerlukan sedikit perawatan. Pastikan konektor dan terminal terhubung dengan baik, dan periksa kondisi fisik spul secara berkala. Jika terdapat kerusakan atau kebocoran, segera ganti spul tersebut.

Bagaimana cara mengetahui apakah spul pada motor mengalami kerusakan?

Gejala umum kerusakan spul melibatkan masalah pada sistem pengapian, pengisian, atau penerangan. Jika motor sulit dinyalakan, lampu redup, atau baterai tidak terisi dengan baik, kemungkinan ada masalah pada spul.

Apakah semua motor memiliki jenis spul yang sama?

Tidak, spul pada motor dapat bervariasi tergantung pada jenis dan model motor. Meskipun prinsip kerjanya serupa, spul dapat memiliki desain dan konfigurasi yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan sistem kelistrikan motor tertentu.